Minggu, 25 April 2010

Surabaya

21 April 2010

Saya berangkat dari Stasiun Besar Poncol Semarang pukul 10.10 WIB menggunakan kereta barang jurusan Pasar Turi Surabaya. Lumayanlah...Rp. 5.000,- buat kasih Satpam Stasiun biar dikasih izin naik di sambungan gerbong. Perjalanan lumayan panjang, cuaca terik dan debu menyirami tubuhku tak henti-henti.
Kuatnya goyangan kereta membuatku benar-benar harus terjaga dan konsentrasi, jika tidak saya pasti akan terlempar dari kereta.Terbayangkan betapa bahayanya perjalanan ini.....(Pict)

Beberapa jam berlalu, akhirnya tiba saat yang paling menyedihkan. 05.00 WIB, Hujan lebat menambah kerasnya perjalanan ini. Setelah memasangi backpack saya merapatkan diri ke peti kemas, berlindung dari hantaman hujan. Cuaca mendadak menjadi sangat dingin dan kepalaku mulai pusing, sepertinya gejala masuk angin telah terdeteksi. Tidak bisa dipungkiri, mentalku mulai goyah, ingin rasanya aku pulang saja. Saat ini aku sangat merindukan kasur empuk dan hangatnya selimut di kamar.

Hari semakin gelap, badanku sudah sangat lelah sekali. Aku kehilangan 60% semangatku saat ini. Untung saja, tulisan Surabaya pada salah satu papan nama perusahaan membuat semua ini menjadi fun kembali. Yeah...berarti sebentar lagi akan tiba di Pasar Turi. Benar saja, tepat pukul 07.20 WIB kereta melambat dan ini saatnya aku harus melompat. lalu berjalan menuju ke stasiun yang jaraknya kurang lebih 50m di depan sana. Huh...minuman dingin menggodaku, kureguk tuntas hingga tanpa jeda.
Sulit kupercaya, perjalanan tadi seberat itu. Hmm, saatnya mengisi perut, saya tidak mau kehilangan momen luar biasa di Surabaya hanya karena masuk angin. Lalu saya keluar stasiun dan mencari makanan.

Sekarang yang paling penting adalah mencari tempat untuk bermalam. Mesjid Al- Badar jadi tujuan saya, hmm...lumayan saya bisa membersihkan diri disini. Setidaknya disini aman dan mudah kemana-mana.

Keesokan hari, Saya mulai melakuan perjalanan. Tentu saja tempat pertama yang saya datangi adalah tugu suroboyo, yaitu seekor hiu dan buaya yang sedang bertarung.( Pict ). Sungguh diluar dugaan ternyata Surabaya saat panas, sampai kulit saya pun mulai memerah dan terbakar. Sepertinya banyak spot-spot yang mantap,liat saja hasil jepretan kamera handphone Sams*ng saya. Taman Bdugul mantap buat istirahat siang hari,Warung Kalkulator yang terkenal itu juga tidak jauh dari sini, sayangnya tidak buka pada siang hari. Sasaran saya selanjutnya adalah museum kapal selam, hmmm..mantap. Jujur baru sekali ini saya bertatap muka dengan kapal selam seumur hidup saya, dan masuk kedalam ruangannya. Serasa laksamana Perang nih......

Malam hari saya melanjutkan perjalanan ke warung kalkulator, dan nongkrong sebentar di taman.Lumayanlah.....kemudian saya melanjutkan perjalanan ke monumen bambu runcing..sebelum melanjutkan wisata malam ke Dolly..haha.....sekedar lewat saja koq. Sungguh diluar perkiraan saya, ternyata benar apa yang dikatakan orang tentang lokalisai terbesar di Asia ini. Ckckckckc.......Malam semakin larut...

Pagi-pagi sekali saya bersilaturahmi kerumah teman satu-satunya di Surabaya ini yaitu Didit. Sore hari kemudian saya kembali ke stasiun untuk kembali ke Bandung, saya mengambil jalur selatan, lewat jogja. Naik kereta Mutiara selatan, bayar diatas kereta Rp. 50.000,-...hehe.....Keep Going Hard or Stay at Home Brother...!!!!

Si petualang Ransel

Ekslusif Picture from Surabaya

Tidak ada komentar :

Posting Komentar